Rabu, 19 November 2008
Temus Penterjemah di Harian An Nadwah
Mereka diantaranya mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang ada di Arab Saudi. Tugas temus itu yakni, menterjemah berita dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia.
Diantara mahasiswa adalah Muksin, pemuda kelahiran Palembang asal Sumatera Barat, saat ini tercatat sebagai mahasiswa tahun ketiga jurusan bahasa di Universitas Al Azhar, Mesir.
"Misalnya sumber berita itu diambil dari web Depag.go.id berbahasa Indonesia, berita itu harus di terjemah dahulu ke bahasa Arab, setelah di setujui redaktur pelaksana, baru berita itu bisa dimasukkan ke suplemen Melayu dengan bahasa Indonesia," papar Muksin.Sebagai Temus di harian An Nadwah, dilakoni Muksin sembari melaksanakan ibadah haji.***
Pemerintah Arab Saudi Akan Membangun Sarana Transportasi Kereta Api.
Madinah,19/11 (SIH) - Pemerintah Arab Saudi merencanakan membangun sarana transportasi Kereta Api untuk transportasi ke Masyair Muqaddasah yang menghubungkan Arafah dan Mina melalui Muzdalifah.
Hal ini sebagaimana dimuat dalam tabloid Arab Saudi berbahasa Indonesia An Nadwah sebagai berikut : Dr. Habib Zain Abidin Mustafa Wakil Menteri Urusan Perkotaan dan Pedesaan menegaskan peletakan batu pertama Kereta Api disekitar Masyair Muqaddasah ( Arafah - Muzdalifah - Mina ) pada permulaan tahun baru ( 1430 H red ). Beliau menjelaskan bahwa pembangunan Kereta Api akan memakan waktu 24 bulan.
Beliau juga mengisyaratkan bahwa Kereta Api yang akan dilaksanakan pada arah barat Masyair Muqaddasah dan menghubungkan Arafah dengan Mina melalui Muzdalifah dengan daya tampung lebih dari 20 ribu penumpang dalam satu jam dan membawa 20 gerbong dan panjangnya mencapai kira kira 300 meter.
Diharapkan sarana transportasi Kereta Api ini merupakan alternatif sarana transportasi jamaah haji menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina kearah yang lebih cepat dan lebih tertib.
Selasa, 18 November 2008
90 pramuka mengikuti pelatihan P3K
berlangsung di Pusat pelatihan Pramuka di direktorat Pendidikan dan Pengajaran
wilayah Makkah Mukarramah.
Wakil Pimpinan Organisasi Pramuka Saudi dan Direktur Umum Pasukan Pembantu Umum, Dr Abdullah bin Sulaiman al-Fahd menjelaskan bahwa para peserta pelatihan telah mencapai pada pelatihan Korban Gawat Darurat dan Penyelamatan yang berlangsung selama seminggu dengan peserta semua pimpinan pasukan dari semua lembaga pendidikan dan pengajaran juga semua Universitas yang ada di kerajaan Saudi Beliau juga menerangkan bahwa pelatihan-pelatihan telah mencakup berbagai tema secara teori dan praktek dalam melakukan penyisiran di Masyair Muqaddasah.
Mampu membimbing dan mahir menggunakan peta-peta dan membuat petunjuk-petunjuk dengan pengenalan di awal-awal berinteraksi bersama jamaah haji dan mengenali perobahan-perobahan yang sesuai dengan kondisi dan rancangan solusi pada keadaan
gawat darurat.
100 Juta Riyal Dari Pemerintah Arab Saudi Untuk Layani Kesehatan Haji
Madinah, 18/11 (MCH)-Menteri kesehatan arab saudi DR Hamd bin abdullah al mani` mengatakan bahwa pemerintah arab saudi telah mengalokasikan anggaran sebesar 100 juta real untuk pelayanan kasehatan pada musim haji tahun ini. Selain itu, pemerintah juga megerahkan 10 ribu petugas kesehatan untuk membantu pelayanan jamaah haji yang sakit selama beribadah, dmikian sebagaimana dikutip dari www.al-nadwah.com
Pemerintah arab saudi lanjut Hamd juga telah memodernisasi pelayanan pada musim haji dengan membuka informasi tentang penyakit menular melalui website kementerian dan telpon gratis 800249444.
Selain anggaran yang banyak, pemerintah juga memberikan pelayanan yang yang lebih profesional dari segi skil dan peralatan. Sehingga tahun lalu dapat meraih penghargaan dari WHO.
Pelayan yang profesional itu dapat ditemui di semua Rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan masyair muqadasah (arafah, muzdalifah, mina) yang telah juga dilengkapi tim medis yang profesional dan alat kesehatan canggih.
Pemerintah Arab Saudi juga telah merampungkan pengadaan 24 rumah sakit dengan daya tampung 2939 tempat tidur di masyair muqaddsah dan madinah serta 124 pusat kesehatan.
Terkait adanya penyakit yang mewabah seperti kolera dan hepatitis di sebagian negara, Menkes arab saudi akan melaksanakan perannya sesuai ketentuan yang ada. Selain itu, pemerintah arab saudi akan berkordinasi denga negara lain untuk memerangi panyakit menular dan berbahaya ini.